Festival Budaya Lembah Baliem Akan Tampilkan 4 Kesenian Khasnya

Festival Budaya Lembah Baliem akan segera hadir pada  8-11 Agustus mendatang. Keindahan alam negeri Papua selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Begitu pula dengan keunikan seni budaya yang selalu menjadi salah satu daerah tujuan wisata.

Ada 4 kesenian dan kebudayaan yang akan menjadi bagian utama yang ditampilkan pada festival tertua di Papua ini.

Perang Suku

Budaya masyarakat Lembah Baliem pada zaman dahulu adalah Perang Suku. Sebagai implikasi terhadap keseimbangan ekosistem, pengembangan diri dalam kepemimpinan pada klen atau sukunya, serta membangkitkan gairah hidup penduduk Baliem. Salah satu simbol strategi perang yang terkenal adalah kayo untuk menara pengintai. Perang merupakan suatu kesempatan untuk memperbesar pengaruh seseorang, bila ia dapat menunjukkan keberaniannya dan menunjukkan kebolehannya dalam mengatur strategi atau membunuh musuh.

Aksesoris Perhiasan Pada Tubuh

Hiasan serta assesoris yang digunakan para penduduk lokal juga menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu wisatawan. Hiasan serta lambing aksesoris yang digunakan pada tubuh akan mempengaruhi penampilan dan sistem kepemimpinan. Aksesoris perhiasan yang digunakan dapat terlihat mulai dari kepala, wajah, leher, dada, pinggang hingga ke paha dan kaki. Ada pula perhiasan yang digunakan di bagian punggung (belakang).

Kesenian dan Tari-tarian

Suku-suku di Lembah Baliem secara umum hanya mengenal kesenian seperti perpaduan seni suara dan seni tarian tradisional yang mereka sebut etai. Etai sering dilagukan pada waktu berkebun atau membuat pagar kebun secara berkelompok.

Ada juga Etai pada waktu perang, syair lagu pada Etai tersebut mengandung kata sindiran untuk membangkitkan rasa dendam, membangkitkan keberanian, semangat tempur, jiwa patriotisme, dan mendorong tokoh perang untuk segera bertindak dan mewujudkannya. Selain itu Etai juga dilakukan pada momentum percintaan.

Alat Musik Tradisional

Alat musik yang akan ditampilkan pada Festival Budaya Lembah Baliem ini adalah alat musik gesek dan alat musik tiup. Diantaranya, Pikon dan Witawo.