Sejarah Awal Mula Festival Budaya Lembah Baliem

Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) adalah salah satu dari 5 festival budaya di Indonesia yang telah mendunia. Tahun ini Festival Budaya Lembah Baliem digelar pada 8-11 Agustus 2017 mendatang.

Lembah Baliem adalah sebuah dataran cantik yang ada di ketinggian 1600 mdpl Pegunungan Jayawijaya dengan lebar sekitar 80 km. Lembah ini pertama kali ditemukan oleh Richard Archibold di tahun 1938 di masa pendudukan Belanda. Sekitar 100 ribu orang diperkirakan menghuni Lembah Baliem dan merupakan gabungan antara Suku Dani, Suku Yali dan Suku Lani.

Lembah ini dulunya kerap dipakai sebagai arena pertempuran dan pembantaian bagi suku-suku yang tinggal di sekitarnya. Seiring dengan majunya peradaban, masyarakat Papua menjadi paham bahwa perang antar suku itu kebiasaan yang kurang baik, meski kadang-kadang masih ada aja yang melakukannya gara-gara masalah sepele. Pemerintah setempat memahami karakter suku-suku tersebut dan mereka tetap diperbolehkan mengadakan perang antar suku, dengan catatan nggak boleh ada yang terluka, alias perang boon-boongan.

Untuk itu digelarlah Festival Budaya Lembah Baliem setiap tahun mulai tahun 1989, dengan tujuan untuk mewadahi ‘kebiasaan’ berperang suku-suku penghuni Lembah Baliem. Upaya tersebut nampaknya membuahkan hasil dan suku-suku Lembah Baliem jadi merasa tertantang untuk ‘berperang’ dengan cara baru, yaitu berlomba menyajikan karya terbaik mereka masing-masing dalam bentuk musik, tari-tarian maupun cinderamata.

Inilah yang membuat Festival Budaya Lembah Baliem menjadi incaran wisatawan lokal dan mancanegara, terutama mereka yang gemar fotografi. Kapan lagi kamu bisa mengabadikan perpaduan keindahan alam Papua yang eksotik dan keunikan tradisi suku-suku aslinya kalau bukan di Festival Budaya Lembah Baliem 2017? (FRP-TEKMEDIA)