Uniknya Festival Budaya Lembah Baliem, Mengangkat Cerita Perang Saudara di Papua

Pernahkan Anda terbayang bagaimana kehidupan manusia sebelum era modern seperti sekarang? Atau bagaimana jika di jaman modern ini Anda masih menemukan manusia yang hidup primitif, pakaian hanya menutupi kemaluan yang terbuat dari kulit pepohanan, menyalakan api dengan menggesek-gesekkan batu? 

Jangan khawatir, Anda bisa menemukan kehidupan ala jaman batu tersebut di Festival Budaya Lembah Baliem yang di gelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Festival ini diadakan setiap tahun, bisanya pada bulan Agustus. Tahun ini diadakan selama 3 hari yaitu tgl 8 - 11 Agustus 2017.

Untuk menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem memerlukan effort dan biaya lebih (dibandingkan liburan ke Bali hehe). Persiapan pun harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum festival berlangsung. 

Saat ini Wamena (tempat Festival Budaya Lembah Baliem digelar) hanya dapat diakses melalui udara dari Jayapura. Penerbangan komersial Jayapura - Wamena hanya dilayani oleh Trigana Air. Tarif penerbangan sekali jalan sekitar Rp 900 ribu dengan waktu tempuh hanya sekitar 45 menit. Tidak seperti penerbangan komersial pada umumnya yang waktu penerbangan ditetapkan hanya berdasarkan waktu, penerbangan Jayapura - Wamena setiap hari selain ditentukan oleh waktu juga ditentukan oleh cuaca. Penundaan bahkan pembatalan penerbangan sangat biasa. Hal ini dikarenakan lokasi Wamena yang berada di lembah yang dikeliling oleh Pegunungan Trikora (dengan puncak tertinggi Puncak Jaya, satu-satunya tempat di Indonesia yang berselimut salju) sehingga jika cuaca sedang tidak bersahabat (mendung atau kabut tebal) maka pandangan pilot akan terhalang (mungkin karena kondisi inilah tidak sedikit kecelakaan penerbangan terjadi di Pegunungan Jayawijaya). 

Terbang Jayapura - Wamena merupakan pengalaman yang paling menegangkan, selain karena kondisi alam, pesawat yang digunakan juga pesawat baling-baling (ATR 72). Kondisi interior pesawat juga tidak sebaik pesawat ATR yang dipake terbang Surabaya - Bali. Ditambah lagi, tidak ada demo penggunaan perlengkapan keamanan pesawat sebelum pesawat lepas landas (jadi terasa naik bus kota yang bisa terbang).